Pro Xl (Excelcom) luncurkan layanan LBS
JAKARTA (Bisnis): PT Excelcomindo Pratama meluncurkan location based servicesi (LBS) yang memungkinkan ponsel melacak keberadaan pengguna berdasarkan lokasi base transceiver station (BTS) terdekat.
Eric R. Palenewen, general manager business alliances PT Excelcomindo Pratama, mengatakan LBS pada tahap awal ditargetkan untuk pengguna pribadi namun dalam waktu dekat akan disiapkan layanan untuk segmen perusahaan.
“LBS ini dikembangkan dari layanan Infomudik yang diluncurkan menjelang Lebaran lalu dimana peminatnya cukup besar,” katanya belum lama ini.
Dia menjelaskan dalam menyediakan layanan ini Excelcomindo bekerja sama dengan Jatis Solution, menggunakan platform LBS dari Siemens dan peta digital dari Media Atlas Indonesia (MAI).
Layanan untuk segmen pribadi adalah ‘Where R U’ untuk melacak keberadaan pengguna lain, Safe Trip untuk memberitahukan lokasi pengguna dalam keadaan bahaya dan I Near U untuk mengetahui fasilitas umum yang terdekat dari lokasi pengguna.
LBS termasuk dalam value added-services (VAS) dengan mengandalkan short messaging services (SMS) sebagai delivery channel. Pelanggan dikenakan tarif Rp600 setiap pengiriman SMS.
Segmen perusahaan
Eric menuturkan Excelcom juga mengembangkan LBS untuk segmen perusahaan dalam bentuk advertising dan tracking services. Namun operator selular itu masih mencari model bisnis yang tepat.
Melalui layanan advertising, jelas dia, perusahaan dapat memberitahukan lokasi gerai, ATM, pompa bensin, atau bengkel yang terdekat dari pengguna.
Salah satu prototipe yang dikembangkan adalah mobile vehicle tracking (MVT) untuk melacak dan merekam rute perjalanan kendaraan. “Dengan teknologi ini perusahaan dapat melacak rute dan lokasi kendaraan operasionalnya,” kata Eric.
Sejumlah perusahaan yang diketahui telah menyatakan minatnya terhadap LBS Excelcom ini berasal dari sektor perbankan, asuransi, properti, distribusi, transportasi dan salah satu BUMN pertambangan.
Eric mengungkapkan beberapa model bisnis yang dipertimbangkan antara lain menjual layanan itu dalam bentuk SMS bulk atau memberikan biaya tertentu per bulannya kepada perusahaan.
LBS adalah teknologi penjejak lokasi yang paling mendasar dan bekerja dengan memanfaatkan transmisi dari BTS terdekat untuk menentukan keberadaan pengguna. Tingkat akurasinya tergantung dari arsitektur BTS dan kekuatan transmisinya.
Di daerah padat di mana jangkauan BTS saling tumpang tindih- akurasinya bisa mencapai radius 50 meter. Namun di daerah normal, akurasinya berkisar antara 200 meter dan 300 meter.
Untuk menentukan lokasi pengguna, server memberikan perintah kepada BTS untuk mengirimkan sinyal kepada ponsel. Untuk memantau pergerakan, pengiriman sinyal dapat diatur dalam selang waktu tertentu, umumnya 10 menit hingga 15 menit sekali.
Teknologi penjejak yang paling canggih adalah global positioning system.

