Bursa Saham Dunia
Bursa Saham Dunia : Krisis mata uang Asia Tenggara kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Merembetnya krisis tersebut mampu menggoyang pasar modal Hongkong, Wall Street-New York, Tokyo, dan Australia. Terjadilah apa yang disebut Black Monday, yaitu fenomena jatuhnya harga saham (crash) di kiblat pasar modal global.
Indeks harga saham Hongkong, Hang Seng, mengalami penurunan terburuk sejak peristiwa Tiananmen tahun 1989: turun 1.438,31 titik atau 13,7 persen pada tingkat 9.059,89. Indeks harga saham New York, Dow Jones, anjlok 554,26 titik atau 7,18 persen, ke-12 yang terburuk dalam sejarah crash. Indeks Nikkei di bursa Tokyo merosot 4,3 persen.Di Australia, lebih dari $27 milyar nilai saham Australia lenyap akibat Indeks All Ordinaries jatuh 177,8 titik atau lebih dari 7 persen, yang merupakan keempat terburuk dalam sejarah. Akibatnya, dolar Australia langsung merosot hingga mencapai 69,41 dolar AS.
Para pelaku pasar di Australia Read more »


